Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

. . . . . . . . . . . . . . . . . dari kang eppy sumadji

Homeisinya cuma tentang bersepeda, hobby, pertemanan dan sedikit mengenal saya dan keluarga. Dengan tambahan informasi wisata kuliner khusus ditempat - tempat sepeda mangkal... Dan apa saja yang lucu dan aneh dalam kehidupan sehari-hari dan baik untuk kesehatan.....






free counters
Profil Facebook Eppy Sumadji


terima kasih sudah mampir lihat-lihat .... tolong diberi komentar, saya senang berteman dan bergaul dengan siapaun juga.... silahkan ADD saya sebagai kontak anda.


Merry Wahyuningsih - detikHealth



img img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Berpikir positif tidak hanya berpengaruh pada bagaimana cara orang berpikir, tetapi juga membuat peran besar dalam hidup. Banyak bonus yang didapat bila Anda selalu berpikir positif. Apa saja?

Sikap positif membantu untuk mengatasi urusan kehidupan sehari-hari dengan lebih mudah. Pandangan positif dapat membantu Anda mengatasi situasi stres dengan lebih baik dan dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.

Berikut beberapa manfaat yang diperoleh bila Anda selalu berpikiran positif, seperti dilansir Lifemojo, Senin (9/5/2011):

1. Manajemen stres yang lebih baik
Berpikir positif membantu mengatasi stres saat mendekati situasi stres dengan cara yang positif. Mengabaikan pikiran negatif dan menggantinya dengan optimisme akan mengurangi kecemasan, sehingga mengurangi stres.

2. Kesehatan yang lebih baik
Pemikiran dapat langsung mempengaruhi tubuh dan bagaimana fungsinya. Bila orang mengganti pikiran negatif dengan ketenangan, keyakinan dan kedamaian bukan kebencian, kecemasan dan khawatir, Anda akan merasakan kesejahteraan.

Ini berarti berpikir positif dapat bermanfaat untuk mengatasi gangguan tidur, ketegangan otot, kecemasan, dan kelelahan. Orang yang berpikir negatif lebih menderita depresi lebih dan kecemasan.

3. Percaya diri
Berpikir positif mempromosikan kepercayaan diri. Hal ini akan membuat orang dapat mengeluarkan potensi optimal dalam dirinya.

4. Pengambilan keputusan yang lebih baik
Orang yang optimis adalah pembuat keputusan yang lebih baik. Berpikir positif mencegah orang dari membuat penilaian yang meragukan, keputusan bodoh atau melakukan hal-hal yang akan disesali di kemudian hari. Ketika orang mulai menggunakan hak pikirannya, ia dapat membuat keputusan dengan cepat.

5. Meningkatkan fokus
Berpikir positif akan membantu berfokus pada solusi daripada membuang-buang waktu dan energi pada emosi negatif.

6. Mengurangi rasa takut
Rasa takut berasal dari berpikir tentang hal yang negatif, sehingga menjadi seorang pemikir positif akan dapat menghilangkan rasa takut. Keberanian ini berasal dari kenyataan bahwa ketika seseorang tetap positif ia akan tahu bahwa apa pun yang terjadi dalam hidupnya dapat dihadapi.

7. Hidup lebih bahagia
Jika orang memiliki pikiran yang berpikir positif, ia akan selalu mengantisipasi kehidupan dengan bahagia, damai, tawa, kesehatan dan kesuksesan finansial.

Bagaimana caranya berpikir positif?

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda menanamkan kebiasaan berpikir positif:

  1. Jadilah optimis dan mengharapkan hasil yang menguntungkan dalam setiap situasi
  2. Temukan alasan untuk tersenyum lebih sering
  3. Bayangkan saja apa yang Anda inginkan bisa terjadi
  4. Melibatkan diri dalam kegiatan rekreasi menyenangkan
  5. Bacalah hal-hal yang dapat menginspirasi
  6. Ikuti gaya hidup sehat
  7. Berolahraga sedikitnya tiga kali seminggu
  8. Bergabunglah dengan orang-orang bahagia.

(mer/ir)


ddd
dThumbnaild
ddd
Juli 2010 ... Sepeda Jelajah Nusantara seri ke 10

Blog EntryAug 18, '10 12:47 AM
for everyone

By Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti - Kamis, 15 April

VIVAnews - Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) 2005, sebanyak 30 persen kematian terjadi akibat penyakit ini.
Selain itu, penelitian yang dilakukan Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan pada 2007 di 33 provinsi, atau 440 kabupaten/kota diketahui, dari jumlah sampel yang diteliti di antara populasi semua usia di indonesia, semua usia berisiko mengalami penyakit jantung sebesar 7 persen. Sedangkan, untuk populasi usia 15 tahun ke atas prevalensi penyakit jantung diperkirakan sebesar 9,2 persen.
Dr. Delima Mkes dari Badan Litbangkes menjelaskan, jumlah persentase ini didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara seputar penyakit jantung. Pertanyaannya antara lain, seputar gejala dan riwayat penyakit jantung.
Karena itu, kenali lima gejala seragan jantung yang sebaiknya tidak diremehkan.

1. Bibir kebiruan saat melakukan aktivitas 
2. Nyeri dada, seperti rasa tertekan berat, dan sesak napas ketika jalan datar,
   saat bekerja berat, atau kala berjalan jauh
3. Jantung berdebar-debar tanpa sebab
4. Sesak napas pada saat tidur tanpa bantal
5. Tungkai bawah bengkak

“Dari hasil penelitian juga ditemukan, para pengidap hipertensi, diabetes melitus dan obesitas merupakan faktor penunjang terjadinya penyakit jantung,” katanya saat ditemui dalam acara 'Seminar Sehari Upaya Preventif dan Promotif Mengatasi Gangguan Sirkulasi Darah', di Aula Litbang Kementrian Kesehatan, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, 14 April 2010.
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Harapan Kita, DR.dr. Anwar Santoso Sp.JP (K), juga menambahkan, makin banyaknya pengidap jantung juga akibat gaya hidup tidak sehat. Akibatnya, mereka yang masih berusia di bawah 30 tahun pun, sudah banyak yang menderita penyakit mematikan ini.
“Dari pasien-pasien yang saya tangani, usia 28 tahun saja sudah banyak yang terserang penyakit ini. Padahal biasanya penyakit ini banyak diderita oleh orang yang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas,' katanya.
Menurutnya, gaya hidup dan pola makan yang buruk seperti sering melakukan diet sembarangan, seperti kurang serat, tinggi garam, tinggi lemak, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik, dan terlalu banyak merokok, merupakan faktor pemicu terjadinya penyakit jantung lebih cepat.
“Untuk itu, saat ini banyak dikampanyekan di seluruh negara di dunia untuk kembali melakukan pola hidup sehat,” katanya.


Blog EntryJan 29, '10 5:23 AM
for everyone
Ini saya forward email dari teman yang isinya (dalam pandangan saya) sangat bagus. Semoga bermanfaat.
 
Ada 3 hal yg kita bisa belajar tentang pohon  :

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri

Buah adalah hasil dari pohon ....dari mana pohon memperoleh makan ? Pohon memperoleh makan dari tanah ...semakin akarnya dalam semakin dia bisa
menyerap nutrisi lebih banyak ...ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan kita ...

Ada cerita menarik...katanya buah kurma itu manis sekali...Kenapa bisa begitu ? Menurut ceritanya pohon kurma itu ditanam di padang pasir...Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter kemudian ditutup dengan 4
lapisan ...Sebelum pohon kurma itu tumbuh maka dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buah yg manis
di tengah padang pasir.....Ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yg luar biasa...Seperti perumpamaan pegas yg memiliki daya dorong kuat ketika ditekan ...

 2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang

Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yg menikmati justru orang lain...Ini bicara tentang prinsip memberi...di mana kita ini bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja utk memberi buah ....artinya apa ? kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yg membutuhkan ...jadi bukan utk kenikmatan sendiri ....cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu....tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita....

Pelajaran dari Warren Buffet seperti email yg sering anda terima tentang kehidupan dia...beliau adalah orang terkaya di dunia, tapi kehidupannya mencerminkan kesederhanaan, katanya masih hidup di rumah yg sama yg dia tinggalin puluhan tahun lalu, pakai mobilnya yg lama juga....tapi ketika kekayaannya 35 Miliar USD dia berkomitmen utk menyumbang 31 Miliar USD, itu katanya pas jaman pemerintahan Bill Clinton awal....Sekarang kekayaannya justru bertambah2 banyak......

Berapa banyak dari kita yg sulit utk menahan nafsu terhadap barang2 bermerek, mobil2 mewah, gonta ganti HP.....

3. Buah yg dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi

Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi impact terhadap orang
lain...Katanya pemimpin itu bukan masalah posisi/jabatan ...tapi masalah
pengaruh dan inspirasi yg diberikan kepada orang lain ...

Claudio Ranieri, pelatih Juventus berkata bahwa Del Piero itu adalah pemimpin, walau ban kaptennya dicopot sekalipun dia tetap pemimpin...ngerti kan ? Bukan mengenai ban kaptennya, itu hanya pengakuan saja...

Bicara tentang impact, pendiri Astra bercita2 menjadikan perusahaan ini sebagai sebuah pohon besar yg rindang dan menjadi tempat berteduh buat
banyak orang ...dan hal itu mulai tercapai hari2 ini dengan jumlah karyawan 120.000 artinya memberi penghidupan kepada sekitar 600.000 jiwa.
...Perusahaan ini dibangun bukan karena keserakahan memperkaya diri sendiri, tapi karena cita2 utk "Menjadi milik yg bermanfaat bagi bangsa dan negara" (Catur Dharma ke-1)

Demikianlah yg diceritakan orang bijak itu tentang filosofi pohon ...

Blog EntryJan 22, '10 1:34 AM
for everyone
Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana . Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!
Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.
Kamu pasti bercanda!
Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.
Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!
Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.
Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!
Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.
Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan ? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?
Nania terkesima.
Kenapa?
Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.
Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!
Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!
Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.
Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.
Tapi kenapa?
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.
Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.
Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!
Cukup!
Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?
Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.
Mereka akhirnya menikah.
***
Setahun pernikahan.
Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.
Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.
Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania..
Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.
Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.
Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!
Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.
Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.
Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan ?
Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.
Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.
Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.
Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.
Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.
Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.
Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..
Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.
Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!
Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.
Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!
Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.
Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!
Tak imbang!
Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.
Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.
***
Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.
Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!
Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.
Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.
Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.
Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.
Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.
Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.
Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.
Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.
Dokter?
Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.
Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?
Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.
Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.
Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.
Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.
Pendarahan hebat!
Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.
Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.
Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.
Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.
***
Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.
Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.
Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.
Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..
Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.
Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.
Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang.. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,
Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli..
Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.
Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.
Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.
Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.
Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.
Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.
Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?
Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.
Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.
Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.
Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.
Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!
Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.
Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!
Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.
Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?
Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?
Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.
Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.
Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.
Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..
 
- Asma Nadia -

Blog EntryJan 20, '10 9:48 PM
for everyone


Buah Kepel atau Burahol

Selasa, 1 Desember 2009 | 09:35 WIB

KOMPAS.com -  Kepel atau burahol termasuk tanaman langka di Indonesia. Tumbuhan ini biasa dijumpai di keraton-keraton yang ada di Pulau Jawa. Pohon ini mempunyai arti filosofis tersendiri bagi keraton di samping buahnya berguna untuk memelihara kecantikan puteri-puterinya. Daunnya berkhasiat menurunkan kolesterol.

Reputasi kepel sebagai tanaman keraton membuat rakyat jelata di Pulau Jawa jaman dulu enggan menanamnya. Pada jaman penjajahan orang percaya bahwa hanya orang yang kuat lahir batin yang mampu meniru gaya hidup keluarga keraton. Orang yang tidak kuat akan kualat. Kepercayaan waktu itu adalah hanya pejabat setingkat adipati yang pantas dan kuat lahir batin meniru perilaku keluarga kerajaan..

Daging buah kepel hanya sedikit. Rasa buahnya segar dan manis. Sayang, sebagian besar isi buah dipenuhi oleh biji sehingga tidak ada orang yang tertarik untuk membudidayakannya. Oleh karenanya, lambat laun pohon kepel menjadi langka seperti sekarang ini. Rasa taku kualat rakyat jelata juga menyebabkan pohon kepel menjadi pohon yang langka sekarang.

Selain bisa ditemui di keraton-keraton yang ada di Pulau Jawa, pohon kepel masih bisa ditemui di Taman Buah Mekarsari, TMII, Taman Sringanis Bogor, Taman Kyai Langgeng Magelang, Kebun Raya Bogor dan beberapa kebun tanaman langka.

Masyarakat Jawa Barat jaman dulu menilai tanaman ini tidak berharga karena hanya sedikit daging buah yang bisa dinikmati. Mereka menamai buah kepel ini burahol yang kemudian dicomot menjadi nama latin tumbuhan ini Stelechocarpus burahol.

Pengharum Badan
Rasa daging buah kepel manis dan harum. Buah ini adalah deodoran alami para puteri Keraton Mataram di jaman dahulu. Keringat puteri-puteri keraton yang makan buahnya akan berbau harum setelah makan buah ini. Air seninya juga akan berbau harum. Napas pun akan harum. Kebiasaan puteri-puteri Mataram ini kemudian ditiru oleh keraton-keraton lain yang ada di Pulau Jawa.

Khasiat lain buah kepel adalah sifat diuretiknya yang mampu memperlancar air seni. Oleh sebab itu kepel dipercaya mampu membersihkan ginjal. Sekali lagi sayang, belum ada penelitian ilmiah yang menerangkan zat-zat apa yang menyebabkan sifat diuretik pada kepel. Kabarnya, dengan sifat diuretiknya buah kepel bisa juga digunakan sebagai alat pencegah kehamilan tradisional.

Kandungan vitamin C dalam buah kepel sangat tinggi. “Wanita hamil yang makan buah kepel dipercaya akan melahirkan bayi yang cantik. Kulit bayi akan terlihat bersih,” ujar Endah Lasmadiwati, pengelola Kebun Obat Taman Sringanis di Bogor.

Khasiat vitamin C dosis tinggi ini, tutur Endah, membuat kulit menjadi bersih. Dari dalam tubuh kandungan buah kepel ini membersihkan darah, menguatkan liver, paru-paru dan ginjal. “Peredaran darah menjadi lebih lancar karena darah yang beku menjadi cair,” tambahnya.

Atasi Asam Urat
Daun kepel bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat. Lalap daun kepel mampu menurunkan kadar kolesterol. “Pilih daun yang masih muda,” kata isteri akupunturis Putu Oka Sukanta ini. Orang yang tidak menyukai lalap dapat minum rebusan daun kepel untuk menurunkan kadar kolesterol. Rebusan ini dibuat dari 7 lembar daun kepel dan 3 gelas air. Air dan daun kepel ini kemudian direbus sampai tersisa satu setengah gelas. Air rebusan daun kepel ini diminum dua kali sehari, masing-masing sebanyak tiga perempat gelas.

Melihat banyak manfaatnya, mudah-mudahan pohon kepel tidak benar-benar punah. Kepunahan pohon kepel bisa dicegah kalau ada usaha untuk menanam di pekarangan sendiri. Harapan bisa ditempatkan pada teknologi pertanian moderen agar mampu mengembangbiakkan kepel dengan teknik ovulasi. @ Diyah Triarsari


Blog EntryJan 19, '10 6:11 PM
for everyone

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....


Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?


Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?


Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....


Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?


Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.


Ketika kamu sudah beranjak remaja.....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?


Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .


Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"


Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa


Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.


Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...


Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"


Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.


Dan akhirnya....


Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."


Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....


Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Blog EntryNov 15, '09 8:24 PM
for everyone

Ada yang bilang dalam hidup ini lebih penting isinya dari pada panjang umurnya, walaupun sehat sampai
lebih dari 100 th. bagaimana ?

Apakah Anda sudah merasa tua? Pertanyaan inilah yang diajukan berdasarkan jajak pendapat di Belanda terhadap para manula yang usianya sudah diatas 60 tahun. Ternyata lebih dari 80% secara biologis mereka menilai bahwa dirinya masih tetap muda alias belum merasa tua. Mungkin hal ini pulalah yang mendorong negara-negara di Eropa untuk meningkatkan usia batas pensiun dari 65 tahun menjadi 67 tahun. Kapankan seseorang bisa dinilai sebagai manula/lansia (manusia lanjut usia)? Apakah pada saat ia mulai punya cucu, ataukah pada saat rambutnya mulai beruban?

Maka dari itulah juga sampai dengan saat ini para ahli sendiri masih memperdebatkan kapan seseorang bisa dikategorikan sebagai lansia. Berdasarkan Wordl Health Organization (WHO) mereka mengelompokan lanjut usia sebagai berikut:

- Lansia Dini - Middle Agge (45 - 59 Tahun

- Lansia - Erderly (60 - 74 tahun)

- Lansia Tua - Old (75 - 90 tahun)

- Lansia Sangat Tua - Very Old (91 tahun keatas)

Di kolong langit sekarang ini sudah lebih dari 200 ribu orang yang usianya diatas 100 tahun. Yang terbanyak di Amerika Serikat - 96.000 orang, kedua di Jepang 40.390 orang. Walaupun demikian harus diingat bahwa penduduk Amerika dua kali lipat jauh lebih banyak daripada penduduk Jepang. Terbuktikan, bahwa wanita pada umumnya usianya jauh lebih panjang daripada pria. 86% penduduk Jepang yang usianya diatas 100 tahun adalah kaum perempuan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi tua itu sudah merupakan takdir dari sononya, tetapi menjadi tetap awet muda itu adalah pilihan yang ditentukan oleh diri kita sendiri. Otak kitalah yang menentukan apakah kita sudah tua ataukah belum? Anda sudah bisa divonis sebagai orang tua, dimana Anda sudah pikun alias tidak bisa berpikir lagi, tetapi selama Anda masih mampu berpikir dengan baik selama itu pula Anda masih bisa dinilai muda.

Berdasarkan statistik lebih dari 70% penghuni rumah jompo di Eropa mengidap penyakit pikun.

Hanya sayangnya banyak sekali orang yang mau divonis dan ditentukan oleh orang lain, bahwa dirinya itu sudah tua. Misalnya karena rasa kasih yang berlebihan, sehingga orang-orang disekitarnya menganjurkan, bahkan melarang agar mereka tidak melakukan ini dan itu; maupun pergi sendirian. Hal inilah yang sebenarnya menjerumuskan mereka ke dalam jurang kejompoan.

Banyak orang yang memiliki hobby setiap hari membaca iklan kematian untuk mengetahui dalam usia berapa tahun mereka mati. Bahkan pada saat salah satu sahabat atau rekannya meninggal dunia langsung bertanya terhadap diri sendiri, kapankah giliran saya? Sangat disayangkan masa hidup yang sedemikian pendeknya hanya digunakan untuk memikirkan masalah kematian.

Daripada memikirkan tentang kematian lebih baik memikirkan bagaimana bisa membuat hidup ini menjadi lebih hidup. Usia bukanlah batasan bagi seseorang untuk melakukan apapun juga. Terlebih lagi jangan sampai kita mau dibelenggu oleh pikiran sendiri dengan alasan sudah tua, karena Age is Just Only a Number.

Banyak orang baru menemukan bakatnya pada saat mereka sudah tua, entah itu bakat melukis ataupun menulis. Mang Ucup sendiri baru sadar, bahwa saya senang menulis setelah saya berumur diatas 55 tahun. Harry Bernstein mempublikasikan buku pertamanya yang berjudul The Invisible Wall dalam usia 96 tahun.

Ann Nixon Cooper dalam usia 106 tahun masih aktiv dalam politik. Ia adalah salah satu supporter dari Barrack Obama.

Olive Riley adalah blogger tertua ia membuat Blog pertamanya dalam usia 107 tahun. Arthur Wilson baru mulai menikmati masa pensiun sebagai karyawan dari Los Angelos Metro dalam usia 100 tahun. Bahkan Buster Martin dari England sampai saat ini masih tetap aktiv bekerja, walaupun usianya sudah mencapai 103 tahun. Penyanyi dan pemain film gaek yang masih tetap aktiv adalah Johannes Heester dari Belanda. Usia dia sekarang telah mencapai 106 tahun. Konsert terakhir ia lakukan dalam usia 105 tahun.

sumber : Mang Ucup - millist sebelah.

" We make a living by what we get and make a life by what we give "


Blog EntryNov 12, '09 2:48 AM
for everyone
LIFEBOOK 2010
Health:


1. Drink plenty of water
2. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a beggar
3. Eat more foods that grow on trees and plants, and eat less food that is manufactured in plants
4. Live with the 3 E's -- Energy, Enthusiasm, and Empathy
5. Make time for prayer
6. Play more games
7. Read more books than you did in 2009
8. Sit in silence for at least 10 minutes each day
9. Sleep for 7 hours
10. Take a 10-30 minutes walk every day ---- and while you walk, smile

 
Personality:
11. Don't compare your life to others'. You have no idea what their journey is all about.
12. Don't have negative thoughts or things you cannot control. Instead invest your energy in the positive present moment
13. Don't over do ; keep your limits
14. Don't take yourself so seriously ; no one else does
15. Don't waste your precious energy on gossip
16. Dream more while you are awake
17. Envy is a waste of time. You already have all you need..
18. Forget issues of the past. Don't remind your partner with his/her mistakes of the past. That will ruin your present happiness.
19. Life is too short to waste time hating anyone. Don't hate others.
20. Make peace with your past so it won't spoil the present
21. No one is in charge of your happiness except you
22. Realize that life is a school and you are here to learn. Problems are simply part of the curriculum that appear and fade away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime.
23. Smile and laugh more
24. You don't have to win every argument. Agree to disagree.


Community:

25. Call your family often
26. Each day give something good to others
27. Forgive everyone for everything
28. Spend time with people over the age of 70 & under the age of 6
29. Try to make at least three people smile each day
30. What other people think of you is none of your business
31. Your job won't take care of you when you are sick. Your family and friends will. Stay in touch.


Life:

32. Do the right things
33. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful
34. GOD heals everything
35. However good or bad a situation is, it will change
36. No matter how you feel, get up, dress up and show up
37. The best is yet to come
38. When you awake alive in the morning, thank GOD for it
39. Your Inner most is always happy. So, be happy.

Blog EntryOct 5, '09 6:22 AM
for everyone
Hot Topic Mon, 05 Oct 2009 16:00:00 WIB

Hari-hari menjelang dan sesudah Idul Fitri sesungguhnya adalah waktu krisis untuk kesehatan. Pada hari bersuka ria merayakan kemenangan ini banyak yang lupa bahwa mereka berisiko jatuh sakit dan dilarikan ke ruang gawat darurat. Acara makan-makan hidangan berlemak dan bergula tinggi terus berlanjut tanpa sadar makanan itu semakin mendekatkan diri dengan rumah sakit.

Pada tahun 2004 pernah ada penelitian di University of California, San Diego, dan Tufts University yang membuktikan bahwa kematian berkaitan dengan penyakit jantung meningkat hampir lima persen selama libur hari besar. Penyebabnya, pasien menunda mencari pengobatan atas penyakitnya selama libur hari besar. Juga karena banyak staf rumah sakit yang cuti.

Lucunya, di seluruh dunia, justru di hari H, rumah sakit sepi pasien. Keesokan harinya baru kedatangan pasien secara bertubi-tubi. Banyaknya orang yang "tumbang" itu antara lain gara-gara makanan.

"Makanan khas Lebaran itu biasanya berminyak, bersantan, pedas. Belum lagi minumannya yang manis. Tak dapat dipungkiri, makanan ini adalah pemicu kambuhnya berbagai penyakit seperti maag, diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, serangan jantung, sesak napas, gangguan ginjal, maupun diare," kata Dr. Diah Noviyanti dari laboratorium klinik Pathlab Sunter, Jakarta.

Stres keuangan

Puasa sebenarnya merupakan masa pengontrolan yang baik untuk sebagian besar pengidap diabetes maupun tekanan darah tinggi. "Sayangnya, ketika Lebaran tiba, tubuh dikagetkan dengan banyaknya asupan gula, kolesterol, dan garam. Inilah yang akan memicu kambuhnya penyakit-penyakit lama," ujarnya.

Kesibukan merayakan Lebaran juga membuat pasien sering lupa minum obat untuk mengontrol penyakitnya.

"sebenarnya penyakit yang timbul setelah Lebaran atau hari libur besar merupakan gejala umum di seluruh dunia. Di belahan dunia Barat, kasus serangan jantung biasa meningkat di bulan Desember dan Januari setelah perayaan Natal dan tahun baru. Biasanya orang lebih membuka keran kontrol dirinya. Ditambah lagi, tingkat depresi juga meningkat bila musim liburan atau hari raya tiba," ungkap Dr. Diah.

Stres dan depresi sering muncul di hari besar, antara lain dikaitkan dengan pengeluaran uang yang lebih besar. "Tidak punya uang, tapi harus tetap belanja. Mereka cemas dan khawatir. Tak heran, mereka kemudian makan lebih banyak lagi," kata Gerald Fletcher, MD, ahli penyakit jantung dari the Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, AS.

Lepasnya kontrol diri terhadap pantangan makanan ditambah tersedianya banyak makanan berlemak membuat seseorang rentan terkena penyakit metabolik untuk jangka panjang berupa diabetes, tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol, serangan jantung mendadak, dan gangguan ginjal. Buat orang kebanyakan, diare juga merupakan ancaman penyakit saat Lebaran.

Dikira salah cerna

Tanda-tanda serangan jantung adalah napas pendek-pendek atau nyeri dada setelah makan enak. Sering dikira, rasa nyeri itu adalah indigestion atau salah cerna. Ada pula gejala serangan jantung berupa tubuh banjir keringat, namun bila diraba terasa dingin. Segera pergi ke rumah sakit adalah tindakan bijaksana meskipun itu hari pertama Lebaran.

Faktanya, banyak orang mengabaikan tanda-tanda itu dan menundanya hingga keesokan harinya meskipun masih merasa tak nyaman. "Jika Anda menderita serangan jantung, jangan tunggu lebih lama dari 12 jam untuk diobati. Kalau tidak, bakal terlambat ditangani," ucap Samin Sharma, MD, direktur interventional cardiology di Mount Sinai Medical Center, New York, AS.

"Anda hanya punya sedikit waktu dan kesempatan untuk menyelamatkan otot jantung," kata Dr. William Suddath dari Washington Hospital Center.

Di rumah sakit di Ibu Kota AS ini tim ahli jantung siaga 24 jam sehari untuk membersihkan pembuluh arteri pasien yang tersumbat dalam waktu hanya 15 menit setelah mereka tiba di ruang gawat darurat.

Pasien yang mengalami gagal jantung mau tak mau harus menjalani diet rendah garam. Mereka perlu ekstra hati-hati saat makan. Sementara para diabetesi harus ekstra hati-hati dengan asupan gula.

Saat hari raya banyak orang memilih untuk sedikit keluar dari aturan makan. Padahal, makan berlebihan serta kebanyakan garam dan gula bisa mengundang penyakit kambuh.

Hadiah check up

Cara terbaik berkelit dari penyakit berat serupa serangan jantung, stroke, dan diabetes adalah mencegahnya datang. Periksa kesehatan atau check up adalah langkah bijaksana mengetahui kondisi secara menyeluruh.

Lewat check up itu dilakukan skrining faktor-faktor risiko penyakit, sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan sejak dini. Seseorang memiliki risiko tinggi sakit jantung jika kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, kegemukan, kurang olahraga, dan merokok.

"Yang paling banyak mendapat manfaat dari check up adalah mereka yang berumur di atas 45 tahun untuk pria dan di atas 55 tahun untuk wanita. Khususnya jika mereka merokok, kelebihan berat badan, tidak berolahraga, dan mengonsumsi makanan yang kaya lemak jenuh," ujar Prof. Rod Jackson, ahli epidemiologi terkemuka dari Auckland University.

Untuk orangtua tercinta, periksa kesehatan lengkap ini bisa jadi hadiah Lebaran yang tak ada duanya. Sebab dengan check up, kesehatan mereka bisa dimonitor dan risiko-risiko penyakit serius bisa dicegah lebih dini.

"Sebaiknya lakukan pemeriksaan lengkap mencakup kencing manis, kolesterol, asam urat, fungsi hati, fungsi ginjal, darah lengkap, urin lengkap, serta pemeriksaan tekanan darah," papar Dr. Diah.

Risiko terkena serangan jantung dan stroke saat ini bergeser dari usia paruh baya ke usia yang lebih muda tanpa memandang jenis kelamin. "Saat ini pola hidup dan pola makan sudah bergeser. Pola makan di perkotaan cenderung kaya lemak dan garam. Apalagi mereka yang punya riwayat keturunan penyakit diabetes, hiperkolesterol, gangguan jantung, perlemakan hati, gangguan ginjal, hipertensi, dan obesitas, memiliki risiko tinggi untuk tiba-tiba jatuh sakit. Mereka ini wajib menjalani pemeriksaan kesehatan," katanya.

Menurutnya, dengan perubahan pola hidup dan pola makan seperti itu, seharusnya check up kesehatan adalah sebuah kebutuhan. "Masyarakat perkotaan kurang melakukan aktivitas fisik, sering mengalami stres dan kelelahan serta menghirup udara yang polusinya sangat parah," ujarnya.

Paket penyakit

Hasil check up kesehatan itu digunakan dokter untuk mencari atau mendukung diagnosis, memonitor atau menentukan pengobatan, bisa juga untuk melakukan skrining terhadap penyakit yang tak terdiagnosis. Periksa kesehatan di laboratorium itu boleh dibilang merupakan salah langkah paling penting dalam menjaga kesehatan sebab tes darah memberikan gambaran internal dan dinamis diri Anda.

Yah, paling tidak momen lebaran ini bisa dijadikan langkah awal untuk mulai peduli kesehatan dengan check up. Bukan hanya penyakit jantung dan stroke yang bisa dicegah lewat pemeriksaan darah rutin sejak usia belia, tapi juga paket penyakit "masa kini" seperti tekanan darah tinggi, diabetes melitus, hiperlipidemia, asam urat atau gout, anemia dan leukemia, hepatitis, sirosis hati, kanker hati, infeksi, kebocoran, dan gagal ginjal, serta penyakit infeksi lain.

Bila diketahui secara dini, langkah pencegahan aneka penyakit itu bisa segera dilakukan. Jika tidak terdeteksi dan telanjur mencapai tahap lanjut, tentu saja pengobatan jadi sulit. Biaya untuk berobat pun jadi lebih tinggi.

Sumber: Senior


Blog EntryOct 2, '09 9:30 PM
for everyone

Beauty Thu, 01 Oct 2009 10:48:00 WIB

Oh, Anda harap Anda bisa menghalangi diri Anda menuju proses penuaan! Tapi sayangnya hal itu sulit terjadi. Dan seandainya bisa, Anda akan melibatkan berbagai macam bahan kimia, prosedur menyakitkan, dan kehilangan banyak uang dalam prosesnya. Dan ketika semua sudah dilalui, Anda mungkin hanya dapat menghambat penuaan sedikit saja, tetapi sang waktu akan terus berjalan.

Berikut ini 7 hal yang terjadi jika Anda menua... Hal-hal yang mungkin belum pernah Anda ketahui dari siapapun. Bersiap-siaplah.

Rambut di wajah Anda

Mengapa Anda jadi memiliki lebih banyak rambut di wajah daripada waktu Anda berusia 20 tahun? Jawabannya: hormon. Ada minoritas wanita dari segala usia ada yang tumbuh rambut di kumis dan dagu mereka, hal itu disebabkan karena ketidakseimbangan genetis. Tetapi wanita yang memiliki rambut di wajah yang lebih banyak, biasanya memiliki masalah hormon. Ketika Anda bertambah tua, tubuh Anda kehilangan estrogen; tetapi testosterone secara berbalikan membuat Anda menumbuhkan rambut-rambut di tempat-tempat para lelaki biasanya menumbuhkannya.

Jika Anda memiliki rambut di kumis atau di dagu, boleh-boleh saja untuk mencukurnya (tetapi jangan dicabut, karena bisa menyebabkan iritasi dan bengkak). Pengangkatan rambut lewat laser juga bisa diterapkan, tetapi bisa menyebabkan hiperpigmentasi dan peradangan. Selain itu prosedur elektrolisis—menggunakan panas dari listrik untuk menghancurkan folikel rambut Anda—juga bisa dilakukan, meski kurang baik untuk area yang terlalu luas.

Rambut (yang tadinya ada) di kepala Anda

Siapkan topi karena Anda akan dihadapkan pada fakta menyebalkan ini: Lima puluh persen dari wanita yang telah menopause mengalami semakin menipisnya rambut di kepala mereka. Setelah berusia 50 tahun, wanita dan pria sama-sama menderita semakin menipisnya rambut yang mengarah pada kebotakan. Alasannya lagi-lagi kehilangan estrogen, hormon yang melindungi rambut Anda. Rambut Anda memang rontok setiap harinya, tetapi kerontokkan tersebut dianggap serius jika Anda mulai melihat kebotakan atau garis rambut Anda semakin melebar.

Jika itu terjadi, cobalah untuk tidak ‘memenuhi’ rambut Anda dengan terlalu banyak produk, karena akan memberatkannya. Hindari juga membelah rambut Anda, baik di tengah maupun di pinggir, karena malah membuat rambut nampak tipis dan rambut akan banyak rontok di belahan tersebut. Gunakan juga sampo yang memberi volume agar rambut terlihat tebal.

Alis mata yang menipis

Apkah alis Anda jadi semakin ‘lancip’? Seperti rambut di kepala, ternyata alis Anda juga makin menipis. Untuk mengatasinya, ada prosedur yang bisa dilakukan, seperti transplantasi alis mata. Perlu dua atau tiga jam untuk melakukannya—mereka akan mengambil folikel rambut di belakang kepala Anda dan menanamnya di alis mata Anda.

Sayangnya, nanti rambut itu akan tumbuh panjang, seperti saat masih di kepala Anda. Sehingga Anda harus rajin-rajin memotongnya. Untuk menghindari penampilan ekstrem ini, lupakan transplantasi dan mulailah menggunakan pensil alis untuk menebalkannya. Lebih murah, mudah, bebas rasa sakit, dan lebih alami.

Hidung dan telinga Anda semakin membesar

Akan ada saat di mana Anda melihat ke cermin suatu pagi dan memperhatikan kejutan yang kurang menyenangkan ini: telinga Anda akan jadi lebih besar dari biasanya. Memang! Telinga kita tumbuh 90 persen pada usia 6 tahun, dan hidung kita hampir tumbuh sempurna saat kita remaja, keduanya akan berubah bentuk dan kelihatan membesar saat kita bertambah tua.

Salah satu teori yang bisa menjelaskan hal itu adalah bahwa hidung memiliki kelenjar sebum, yang memiliki tingkat regenerasi sel-sel yang cukup tinggi sehingga masih potensial untuk terus tumbuh. Yang jelas, hidung dan telinga akan ‘melorot’ saat kita bertambah usia, karena jaringan-jaringan sel (kulit, lemak, dan otot) akan melemah dan tidak lagi mendukung struktur wajah. Ditambah lagi, kehilangan elastisitas dan kolagen akan menyebabkan kulit melorot.

Anda tak dapat mencegah hidung dan telinga Anda melorot, tetapi cobalah meminimalisirnya dengan cara menghindari matahari, menjauhi rokok, mencegah fluktuasi berat badan, dan mulai menggunakan produk yang mengandung retinoids pada usia Anda 20’an.

Gigi yang memanjang

Jika Anda merasa gigi Anda jadi makin panjang saat bertambah usia, itu berarti gusi Anda mulai menyusut dari bagian atas gigi Anda dan menunjukkan sedikit bagian akar gigi. Panjang rata-rata gigi depan adalah 10-12 milimeter. Ketika Anda menua, gigi akan bertambah panjang 15-17 mm. Sama seperti kulit yang kehilangan serat kolagen, jaringan gusi kita juga kehilangan massa.

Cara terbaik untuk menjaganya tetap sehat adalah dengan menjauhi gusi dari bakteri. Anda wajib menyikat gigi dan menggunakan benang gigi paling tidak dua kali dalam sehari. Bakteria dapat menyebabkan penyakit gusi, yang akan membuat penyusutan gusi makin buruk. Hindari juga menyikat gigi dengan kasar karena dapat membuang jaringan gusi.

Tangan Anda jadi berurat dan berbintik-bintik

Memang, saat Anda semakin berumur, akan muncul bintik-bintik usia di tangan Anda. Urat-uratnya pun akan menonjol ke atas, membuat tangan kelihatan seperti bonggol kayu yang sudah tua. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa menggunakan produk anti penuaan dini yang sama yang Anda gunakan untuk wajah Anda. Aplikasikan pada tangan Anda produk yang mengandung retinoid, AHA, dan juga sunscreen.

Kaki Anda jadi berbonggol dan berurat

Pada akhirnya, kita semua akan kehilangan elastisitas dan fleksibilitas pada kelenjar-kelenjar lembut—terutama tendon dan ligamen—di kaki. Hal ini akan memunculkan peningkatan tekanan pada tulang, sehingga berpotensi untuk membuat kaki berubah bentuk. Dan ketika tulang berubah bentuk, telapak kaki Anda akan menekuk ke samping (bunion), atau buku-buku kaki Anda akan menekuk dan timbul.

Tendon Achilles (tendon yang berada di atas tumit dan di bawah betis) dapat menegang akibat bertahun-tahun mengenakan high heels. Cara mengatasinya adalah jangan mengenakan high heels kalau Anda tidak perlu mengenakannya. Gunakanlah sepatu yang nyaman (seperti sepatu kasual) jika harus menempuh perjalanan panjang—misalnya berbelanja berjam-jam di mall. Banyak kok sepatu kasual yang tampak cantik di kaki, dan bahkan bisa lebih menarik daripada high heels. Jika kaki Anda sakit, pergilah ke doktor untuk dievaluasi, agar masalahnya tidak memburuk.

Satu tips yang bisa membuat kaki tampak cantik: cobalah mengecat kuku jari kaki Anda dengan warna-warna cerah. Hal itu akan membuat Anda jauh lebih cantik saat melangkah—bahkan tanpa high heels sekalipun! (niq)

Sumber: hanyawanita.com


Blog EntrySep 28, '09 8:27 PM
for everyone
Hot Topic Mon, 14 Sep 2009 16:01:00 WIB

Puasa Senin-Kamis hanya salah satu dari banyak jenis atau cara berpuasa yang dijalani oleh warga masyarakat kita, antara lain masyarakat tradisional Jawa. Pernak-perniknya mungkin berbeda-beda, namun esensinya sama, yaitu berlatih untuk menemukan diri sejati, sekaligus memberi manfaat sehat. Mana yang paling pas untuk Anda?

Puasa yang umum dikenal dan dilakukan oleh masyarakat kita tidak hanya puasa yang disarankan oleh agama-agama. Umat Muslim wajib puasa Ramadan misalnya, sedangkan umat Katolik puasa 40 hari di masa pra-Paskah. Di luar itu, para pemeluk agama juga banyak yang menjalankan puasa yang lazim diajarkan sebagai bagian dari budaya tradisional.

Yang lazim diajarkan sebagai bagian dari budaya tradisional berbagai suku di Tanah Air adalah puasa Senin-Kamis dan puasa Nabi Daud (sehari puasa sehari tidak puasa). "Apa pun cara atau jenis puasanya, pada intinya adalah untuk menemukan jati diri," ujar Permadi, SH, yang dikenal sebagai salah satu tokoh Kejawen.

Diakui oleh pemeluk aliran Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa ini bahwa puasa merupakan sarana berlatih untuk memahami Tuhan, berpikir secara jernih, menguasai rasa dan emosi. Puasa juga sekaligus bermanfaat untuk sehatnya metabolisme tubuh dan mengirit pangan.

"Betapa banyak pangan yang bisa dihemat bila semakin banyak orang yang berpuasa," ujar Permadi. Dengan kata lain, berpuasa sebenarnya juga membuat kita lebih bersahabat dengan alam.

Menurunkan yang serbatinggi

Lebih dari itu, konsep puasa sebenarnya memperlihatkan betapa berbedanya konsep sehat antara masyarakat Barat dengan masyarakat tradisional kita. Bila konsep masyarakat Barat dan modern mewajibkan orang makan secara cukup dan lengkap setiap hari agar tubuh sehat, masyarakat tradisional kita menggunakan cara puasa justru untuk mendapatkan kesehatan. Bukan hanya kesehatan lahir, tapi juga kesehatan batin.

"Orang yang terbiasa puasa itu pori-porinya sudah bisa menyerap energi matahari dan udara secara langsung. Jadi meskipun tidak makan, mereka tetap sehat dan memiliki kekuatan lahir batin," kata Permadi.

Puasa biasanya dilakukan untuk lebih mengenal diri dan mendekatkan diri pada Tuhan. Karena itu, biasanya sebelum berpuasa didahului dengan mandi dan keramas dilanjutkan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak perlu khawatir menjadi lemas dan tidak dapat beraktivitas karena tubuh justru memiliki mekanisme untuk menjadi kuat dengan apa yang dikonsumsi. Melalui puasa yang jenisnya bermacam-macam itu otomatis kelebihan lemak, kolesterol, tekanan darah, maupun kadar gula darah yang tinggi akan turun dan terjaga normal.

Berikut ini beberapa jenis puasa yang dikenal dan sering dilakukan oleh masyarakat kita. Mungkin beberapa di antaranya juga cocok dan baik untuk Anda jalankan.

Puasa Mutih
Puasa mutih bukan berarti makan dan minum apa pun serba putih, seperti susu, nasi, mpek-mpek, bihun. Yang benar adalah bahwa ketika menjalani puasa ini orang hanya diperkenankan makan nasi putih dan minum air saja, selama 24 jam sehari. Biasanya puasa dimulai pukul 18.00 dan diakhiri pada pukul 18.00 keesokan harinya.

Ada dua cara menjalaninya. Yang pertama ialah boleh makan dan minum beberapa kali sehari sesuai waktu makan. Cara kedua adalah hanya makan satu kali pada saat berbuka puasa; dan berlanjut hingga saat bangun tidur di hari kedua baru kembali makan dan minum seperti biasa.

Puasa mutih ini biasanya dilakukan sesuai hari lahir. Hari lahir ini bisa dalam arti sesuai hari weton (40 hari sekali) atau seminggu sekali mengikuti hari saja. Ada yang melakukannya satu hari, tiga hari, tujuh hari, bahkan sampai 40 hari. Artinya, selama itu hanya makan nasi putih dan air saja.

Dalam konsep puasa tradisional ini tidak dikenal istilah makan sahur. Jadi, makan hanya dilakukan petang hari, ditambah malam sebelum tidur.

Puasa Ngrowot
Ini adalah jenis puasa dengan cara hanya makan umbi-umbiah plus minum air putih saja selama 24 jam sehari. Puasa biasanya dimulai petang hari hingga petang hari lagi, dan tidak memerlukan sahur; sama dengan puasa mutih.

Biasanya umbi-umbian yang dimakan adalah singkong, ketela, ubi, kentang, termasuk jagung yang direbus atau dikukus tanpa tambahan garam maupun bahan-bahan lainnya.

Menjalani puasa ini jauh lebih ringan dibanding puasa mutih karena masih dapat merasakan aneka bahan pangan. Dengan demikian, biasanya orang bisa mengonsumsi makanan lebih banyak, dibanding kalau hanya makan nasi putih saja. Namun, bagi mereka yang tidak menyukai umbi-umbian, puasa ngrowot ini akan dirasakan cukup berat.

Puasa ngrowot juga dilakukan dengan dua cara, tergantung kebiasaan masing-masing orang, yaitu selama 24 jam tidak makan dan minum apa pun sampai waktunya berbuka, setelah berbuka juga tetap hanya makan umbi-umbian dan air putih sampai bangun tidur di hari kedua.

Puasa Nganyep
Puasa nganyep mirip puasa ngrowot, yaitu hanya makan makanan serba direbus atau dikukus. Bedanya dengan puasa ngrowot adalah bahan pangan yang dimakan tidak hanya umbi-umbian, melainkan dapat ditambah sayuran dan tempe rebus atau kukus. Sesuai dengan namanya, yaitu nganyep, semua bahan yang dimakan tidak mendapat tambahan bumbu apa pun, termasuk garam.

Puasa nganyep juga dijalankan seperti puasa yang lain, yaitu dimulai pada petang hari dan diakhiri petang hari pula, sekitar pukul 18.00 hingga 18.00 hari berikutnya.

Untuk puasa selama 24 jam sehari itu juga tidak diperlukan sahur. Anda bisa memilih sepanjang 24 jam itu hanya makan dan minum setelah berbuka dan bangun tidur keesokan harinya baru makan dan minum seperti biasa. Atau, Anda bisa tetap makan dan minum seperti biasa, tapi makanan dan minuman yang disesuaikan.

Puasa Nyodot
Puasa nyodotyang dimaksudkan adalah menirukan cara codot (kalong) makan, yaitu hanya buah-buahan segar saja ditambah air putih, tanpa tambahan apa pun.

Puasa bisa dilakukan sejak petang hari sehari sebelumnya hingga petang keesokan harinya, tanpa sahur karena yang menjalani bisa makan dan minum kapan saja sepanjang hanya buah segar dan air. Puasa jenis ini sangat menyenangkan karena biasanya tidak begitu merasakan kelaparan dan kehausan.

Puasa Ngebleng
Ini adalah jenis puasa lengkap. Yang bersangkutan hanya tinggal di dalam kamar tanpa penerangan sama sekali, tidak makan maupun minum, bahkan tidak tidur, tidak berbicara, dan tidak mandi.

Jadi apa yang dilakukan di dalam kamar? Hanya melakukan perenungan, berdoa dan terhubung selalu dengan Tuhan Yang Maha Esa. Lamanya puasa bisa sehari, tiga hari atau tujuh hari jika sanggup.

Puasa Senin Kamis
Puasa ini banyak dilakukan oleh masyarakat kita. Puasa Senin Kamis biasanya dimulai pada saat magrib Minggu petang diakhiri pada magrib Senin petang. Dilanjutkan pada saat magrib Rabu petang diakhiri magrib Kamis petang.

Untuk puasa Senin Kamis ini ada yang memakai makan sahur, tapi ada juga yang tidak makan sahur, tergantung pada kebiasaan atau keyakinan masing-masing. Mana yang lebih baik dan lebih benar? Tidak ada yang lebih, karena semuanya benar dan baik.

Puasa Rabu Sabtu
Puasa pada hari Rabu Sabtu relatif kurang dikenal dibanding puasa Senin Kamis. Ada pendapat yang diturunkan oleh para sesepuh, bahwa puasa Senin Kamis tidak tepat dilakukan oleh mereka yang belum menikah karena konon kelak dapat menyebabkan gemuk. Karena itu, puasa Rabu Sabtu lebih disarankan untuk dilakukan oleh para gadis dan jejaka.

Puasa Nabi Daud
Ini adalah jenis puasa mengikuti cara Nabi Daud, yaitu sehari puasa dan sehari tidak puasa. Ada yang pakai makan sahur, tapi sebagian orang juga tidak merasa perlu makan sahur.

Puasa Ngapit Weton
Yang dimaksud ngapit weton adalah mengapit hari lahir. Contohnya, lahir hari Senin Pon, maka puasa dimulai pada petang hari Sabtu Legi dan berakhir pada petang hari Selasa Wage. Puasa jenis ini biasanya dilakukan lebih sebulan sekali, sesuai hari pasaran.

Bagaimana cara puasanya? Ada yang makan dan minum biasa saat berbuka, tapi ada yang menggunakan cara puasa mutih.

Motif Spiritual Berbuah Sehat

Berpuasa pada dasarnya dilakukan untuk motif yang lebih spiritual, yaitu mengenal diri dan menemukan jati diri, sehingga bisa mengenal Tuhan dan menjadi dekat dengan-Nya.

Namun, sebagian orang juga melakukan puasa ketika menginginkan sesuatu. Jadi puasa dilakukan sebagai pertanda kuatnya suatu niat, dengan harapan untuk terwujud menjadi lebih besar. Ada pula orang yang berpuasa, untuk memenuhi nazar ketika doanya terkabul.

Apa pun motifnya, berpuasa memberi efek kesehatan yang baik. Tergantung jenis puasanya, bisanya puasa memberi efek menurunkan berat badan yang berlebih. Selain juga menurunkan kadar lemak, kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah. Karena itu, puasa sekarang juga menjadi bagian dari metode terapi di sejumlah rumah sakit di negara-negara Barat.

Puasa ngrowot, mutih, nyodot, dan nganyep misalnya dapat menurunkan tekanan darah karena tidak ada konsumsi garam sama sekali. Melalui puasa-puasa tersebut kadar lemak juga akan menurun karena sama sekali tidak mengonsumsi lemak dari daging, susu, santan, mentega, telur, dan lain-lain. Kadar gula pun akan turun, karena tubuh tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan tambahan konsumsi gula baik dari minuman maupun makanan.

Perlu diingat, puasa merupakan suatu metode dengan disiplin tertentu. Karena itu, berpuasa tidak akan menyebabkan sakit. Dengan menjalani puasa tradisional itu, tubuh dibersihkan dari bahan-bahan kimia, garam, maupun lemak hewani serta gula yang sesungguhnya tidak benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.

Puasa sangat berbeda dengan cara membabi buta orang yangg ingin langsing dengan cara menyingkirkan makanan dari meja makan. Hasilnya justru bisaa menyebabkan kekurangan gizi dan lemahnya daya tahan, walaupun tubuh langsing.

Sumber: Senior


Blog EntrySep 23, '09 5:22 AM
for everyone

Kelebihan Kolesterol di Paruh Baya, Beresiko Pikun di Usia Tua



Sebuah studi menemukan, orang-orang paruh baya, usia antara 40 - 45 tahun, yang mempunyai kelebihan kolesterol dalam tubuh atau mengalami kegemukan, paling beresiko menderita kepikunan pada usia tua nanti.

"Ini merupakan studi pertama yang mencari penyebab resiko menderita Alzheimer di usia tua," ujar Dr. Rachel Whitmen, peneliti dari Kaiser Permanente Division of Research in Oakland, California, Amerika Serikat," kami mencari beberapa faktor di usia paruh baya, yang dapat menyebabkan kepikunan pada usia tua. Dan kolesterol merupakan faktor penyebab yang penting."

Studi yang dipublikasikan di Journal Dementia and Geriatric Cognitive Disorders, melibatkan 9.844 orang-orang berumur 40 - 45 tahun, yang menjalani usianya itu pada tahun 1964 - 1973.

Dari hasil penelitian penelitian laporan kesehatan mereka pada tahun 1994-2007, diketahui bahwa 469 dari mereka menderita penyakit Alzheimer, dan 127 dari mereka menderita Dementia. Dua penyakit yang disebabkan karena pembuluh darah tersumbat kandungan kolesterol tinggi, sehingga suplai darah ke otak terganggu, yang menyebabkan kepikunan.

Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri, atau sering lupa atau kepikunan, biasanya diderita orang lanjut usia.

Sedangkan penyakit Dementia, merupakan Alzheimer tingkat lanjut, dimana penderita mengalami kepikunan tingkat akut. Gangguan kepikunan sudah sampai pada kemampuan kognitif yang meliputi kemampuan konsentrasi berkurang, intelektual ( berhitung), bersosialisasi (berbicara), memori, orientasi (seperti tidak tahu lagi sekarang hari apa, dimana, siapa dirinya), serta gangguan apraxia (ketidakmampuan melakukan satu paket gerakan rutin seperti memakai kemeja). Juga kadang dikenal sebagai salah satu varian dari jenis penyakit stroke.

Dari penelitian Dr. Rachel Whitmen, ditemukan bahwa orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol dibawah 200 miligram per desiliter darah (200 mg/dL) pada usia 40 - 45 tahun, kelak pada usia 30 tahun kemudian, ternyata mempunyai resiko menderita kepikunan yang lebih rendah.

Sedangkan 57 persen orang yang mempunyai kadar kolesterol lebih dari 240 mg/dL pada usia 40 - 45 tahun, pada usia 70-an, ternyata sangat beresiko menderita penyakit Alzheimer atau Dementia.

Garis batas kandungan kolesterol dalam darah ditemukan pada angka kandungan 200 - 239 mg/dL dalam darah.

Jika Anda mempunyai kadar kolesterol dalam darah kurang dari 200 -239 mg/dL pada usia 40-an tahun, tampaknya resiko Alzheimer di usia lanjut lebih rendah, jika dibandingkan yang mempunyai kandungan kolesterol darah lebih dari 200 - 239 mg/dL.

Dari studi juga diketahui, orang yang mempunyai kolesterol darah lebih dari itu angka batas itu, 50 persennya beresiko menderita penyakit Dementia atau stroke. Semakin tinggi nilai kelebihan kolesterol dalam darah, maka resiko jenis penyakit yang diderita juga semakin meningkat.

Penemuan Whitmer ini penting, untuk menentukan perlakuan apa yang perlu dipersiapkan oleh seseorang pada usia tua kelak. Kalau Anda mempunyai kolesterol darah lebih tinggi dari angka itu, Anda bisa mempersiapkan diri, bentuk terapi apa kelak diusia lanjut.

" We make a living by what we get and make a life by what we give "



Sungguh menggiurkan bilamana melihat sajian sayur singkong hijau dengan paduan kuah kari dan sambal hijau dalam seporsi nasi Padang saat rehat makan siang. Selain sedap, kata mama, sayur juga mengandung vitamin dan mineral yang melimpah. Keduanya sangat dibutuhkan guna memperlancar metabolisme tubuh kita, imbuh guru Biologi kita dahulu, jika kita masih ingat.
Semuanya memang tidak salah. Akan tetapi, bila sayur yang katanya sarat zat-zat yang esensial bagi tubuh itu terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya, apa yang terjadi? Bukan sehat yang didapat, malah sebaliknya, penyakit menyerang, atau mungkin pada gilirannya nanti,l kematian menjemput. Tentu kita semua tidak mau, kan ? Maka dari itu kita semua harus mulai berhati-hati.

Bleng atau Borax
Setelah ditemukannya daging ayam dan sapi yang mengandung Borax beberapa waktu lalu, ternyata, menurut penelusuran tim Benang Merah, Global TV, sayuran hijau, kini juga telah turut dijamah bahan kimia berbahaya ini. Guna menyamarkan identitas aslinya, Borax dilepas ke pasaran dengan label bleng (baca dengan lafal e sama dengan yang ada pada kata ‘redup’ atau ‘empuk’).
Bleng alias Borax ini umumnya digunakan untuk mempercepat empuknya sayur mayur yang dimasak sekaligus memberikan aroma sedap, serta mempertahankan warna hijau dari sayur lebih lama. Konsumer utama Borax ini, berdasarkan penulusuran dan wawancara yang dilakukan oleh tim Benang Merah, ialah para pengelola rumah makan Padang .
“Tidak ada rumah makan Padang yang tidak menggunakan bleng,” aku salah seorang pemilik rumah makan Padang yang disamarkan identitasnya. Daun singkong dalam menu masakan Padang sifatnya wajib ada. Namun, setelah dimasak, rupanya daun singkong ini cepat berubah warna menjadi kehitaman. Sebab itu, bleng menjadi solusi ampuh mengatasi masalah sayur singkong yang cepat menghitam ini. Menurut mereka, saat memakai bleng, daun singkong lebih cepat masak, juga tahan lebih lama.
Masalahnya, mereka, para pedagang dan pemilik rumah makan ini, tidak tahu menahu bahwa bleng adalah nama lain Borax. Mereka menganggap, dengan nama yang tidak identik, maka kandungannya pun jauh berbeda. Padahal, bleng merupakan cap yang tak lain hanya nama lain dari Borax. Di samping itu, sosialisasi yang dilakukan Badan POM masih amat minim. Akibatnya bleng a.k.a Borax ini masih bisa beredar bebas di pasaran tanpa ada inspeksi maupun penanganan lebih lanjut.
Bahayanya?
Bleng atau Borax, merujuk pada pernyataan Ilyani S. Andang, seorang peneliti YLKI, sudah tidak diperkenankan, bahkan dilarang, digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Zat ini diduga mempunyai sifat racun.
“Efek Borax memang tidak tampak secara instan, melainkan akumulatif. Pada fase awal, Borax dapat menimbulkan gangguan pencernaan, pusing, atau mual. Namun, bila sudah mencapai tahapan akut, Borax dapat memicu kanker, juga bahkan kematian,” tuturnya saat diwawancarai tim Benang Merah.
Wikipedia pun melansir data yang serupa. Disebutkan, kendati Borax bukan benar-benar racun, bukan berarti penggunaannya, juga termasuk di dalamnya, konsumsi, aman. Dalam terpaan sederhana, Borax mampu menimbulkan iritasi kulit dan pernafasan. Konsumsi Borax juga mampu memicu rasa mual, muntah-muntah, sakit perut akut, dan diarrhea (mencret). Pada konsumsi lanjut, seseorang bisa terkena respiratory depression (chan-gangguan pernapasan berat), erythematous, juga gagal ginjal.
Karena itulah, masyarakat perlu berhati-hati. Apalagi mendeteksi keberadaan Borax di sayur agak susah. Selain itu, masyarakat umum masih berpikir, sayur yang masih hijau setelah dimasak ialah sayur yang kandungan vitamin dan mineralnya masih banyak, tidak hilang bersama air rebusan atau sebagainya. Tetapi, pada kenyataannya tidak selalu begitu. Maka dari itu, mulai sekarang kita harus mulai waspada!
Tak hanya masakan Padang
Temuan penggunaan Borax pada pengolahan sayur ternyata tidak hanya ada di rumah makan Padang . Penjual sayur pecel keliling, juga mengaku menggunakan bleng alias Borax ini sebagai bahan tambahan saat memasak.
“Saya pakai bleng saat merebus kecambah, kacang panjang, kangkung, bayam, juga sayur lain yang menjadi bahan dasar pecel.” Begitu ungkap salah seorang wanita penjual pecel keliling di Jakarta .
Alasannya memakai bleng serupa dengan yang diutarakan pemilik rumah makan Padang di atas. Akunya, sayur yang direbus lebih cepat matang dan tahan lebih lama dibanding tanpa menggunakan bleng. Yang lebih menariknya menggunakan bleng adalah karena harganya murah dan tersedia banyak di pasaran.
Selamatkan kami yang tidak tahu!
Melihat kenyataan tersebut, kita patut bersedih.. Pasalnya, kita tahu semua, Indonesia memiliki Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) yang bertugas mengawasi obat-obatan serta makanan yang beredar luas di Indonesia . Akan tetapi, sepertinya, untuk kasus di atas, peranan badan ini tak begitu kentara.
Badan POM kelihatannya tidak akan bertindak sampai kasus ini diangkat media dan menjadi bahan pembicaraan khalayak ramai. Baru, jika sampai tahap ini, Badan POM mulai beraksi. Seharusnya, sebagai badan yang diberi kewenangan untuk menjaga serta mengawasi obat dan makanan di Indonesia , Badan POM lebih proaktif. Bukan hanya menunggu sampai ada yang meninggal, lalu masuk berita televisi, baru mereka mau bergerak. Inspeksi plus sosialisasi harus lebih gencar dilakukan Badan ini, supaya tak ada lagi bahan kimia berbahaya yang beredar dan menghantui masyarakat Indonesia dengan rasa was-was pada setiap makanan yang mereka makan sehari-hari.
Bila memang Badan POM masih belum bisa proaktif, media, sebagai pihak yang punya kuasa mengatur agenda publik, hendaknya terus memuat reportase-reportase maupun kasus berkenaan dengan penggunaan Borax dalam makanan. Selain agar masyarakat tahu dan awas, Badan POM juga diharapkan tersentil menyaksikan berbagai berita yang ditayangkan media. Ini semua demi menyelamatkan konsumen, yang tak lain ialah seluruh bangsa Indonesia sendiri.
Di samping dua hal tersebut, secara lebih ilmiah, Ilyani menyatakan, Borax dapat diganti dengan STPP, karena selain aman, STPP juga berizin sebagai bahan tambahan makanan di Indonesia.
Sumber : http://langitdipucu kdaun.wordpress. com/2009/ 07/15/waspadai- sayuran-hijau/
Benang merah edisi July 2009

Photo AlbumPahlawan sejati (foto dan catatanLuthfie Fajar).Jul 14, '09 12:51 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Pak Hudari, bagitulah warga di komplekku memanggilnya. Jasanya selalu ditunggu-tunggu oleh penghuni komplekku, yang hanya se RT, sekitar 40-an rumah. Kalau ia tak datang lebih dari 2 hari, seluruh aparat RT harus rela dan ihlas menerima dampratan warga, terutama ibu-ibunya. Ya alasan sebaran penyakitlah, ya baunya menusuk hidunglah, termasuk sekawanan makhluk Tuhan yang bernama lalat beserta pasukannya mulai menyerbu seakan pesta besar. Apalagi kalau musim hujan. Ya, pak Hudari tukang angkut sampah.



Sosoknya sangat sederhana, jauh sekali dari pemikiran mewah. Pekerjaan ini dilakoni hampir 2/3 umurnya, katanya. Bermodalkan gerobak dan gancu, beliau menyusuri lorong dan gang-gang sempit. Sebab, setelah seluruh bak sampah di komplekku bersih, perkampungan di sekitar komplek sudah menunggu ingin dijamah. Dalam bahasa pak Hudari, dibalik sampah kadang tersimpan “emas” yang bisa diuangkan, seperti kardus, plastik, botol aqua, botol beling, sendok-garpu stainless, sepatu bekas, tas bekas dlsb. Namun kesemuanya hanya sesekali saja ia dapatkan. Selalu kalah dengan GOLKAR sejati. “Ya rejeki sudah ada yang mengatur”, katanya polos.



Ketika saya tanya namanya sudah terdaftar, apa belum di kelurahan untuk hajatan nasional 9 Juli nanti, ia hanya tersenyum hampa. Padahal bahana PILLEG dan PILPRES selalu mengisi ruang-ruang kosong pengamat, peneliti, politikus, calon politikus, tim sukses, bahkan pegawai atau karyawan. Makanya, pak Hudari selalu menutup telinga di saat bertugas, karena tak ingin mendengarkan suara-suara sumbang, gosip murahan, kampanye PILPRES. Tak mengapa di dunia bau sampah, semoga kelak diakhirat menjelma bau wangi sorga, dari pada mendengarkan suara noise pepesan kosong. Selamat bekerja pak Hudari, semoga Tuhan senantiasa melindungi bapak. Engkau adalah Pahlawan Sejati yang berjuang melawan arus jaman yang semakin edan.





Serdang, 7 Juli 2009



Luthfie.-



Catatan:

Istilah GOLKAR dipopulerkan oleh pemulung sebagai akronim dari GOLek KARdus.

Blog EntryMay 28, '09 10:30 PM
for everyone
Hot Topic Mon, 11 May 2009 16:01:00 WIB

Aktivitas dan rutinitas kerja, baik di luar maupun dalam ruangan, seringkali membuat pekerja mengalami kesulitan memilih makanan. "Bisa sempat makan saja sudah syukur," begitu komentar sebagian pekerja. Parahnya, ketika sempat makan pun prinsipnya asal kenyang. Demikian susahkah mendapatkan makanan yang sehat dengan gizi seimbang?

Sejak pagi Rudi begitu asyik di depan komputer. Seperti pekerja kantoran lainnya, waktu di kantor memang terasa berlari cepat, padahal setumpuk tugas masih menanti disentuh. Saat waktu istirahat siang tiba, saat beberapa rekan kerjanya mulai bergerak keluar untuk mencari makan siang, Rudi tetap asyik di depan komputer.

Hingga seorang office boy mendekatinya. "Mau pesan makan siang apa, Pak?" tanyanya. Pertanyaan singkat itu sontak membuatnya tersadar jika jam makan siang telah tiba. Ia pun sejenak berpikir seperti orang kebingungan. "Makan apa ya?" gumannya.

Lantas matanya melihat deretan pesanan pada secarik kertas yang dipegang OB itu. Namun, seperti biasa, ide untuk menentukan menu tak kunjung muncul.

Dia memang seringkali bingung ketika jadwal makan siang tiba. Sebenarnya bukan karena tidak lapar, tetapi sulit menentukan jenis makanannya. "Sebenarnya saya nggak neko-neko, yang penting enak dan bersih," katanya.

Beda lagi dengan Leony. Pegawai suatu perusahaan asing di bidang jasa keuangan ini mengaku sulit menemukan tempat makan yang bersih, meski berkantor di kawasan Semanggi yang lumayan elit. "Ada sih restoran Jepang dan Korea, tetapi masak sih tiap hari makan di situ? Bisa-bisa gaji habis buat makan," ujarnya.

Karena itu, lajang berusia kepala tiga ini seringkali menikmati makan siang di warung kaki lima yang bertebaran di gang belakang kantornya. "Karena nggak ada yang pas dengan selera, yang penting kenyang. Daripada tidak makan," tuturnya.

Gizi seadanya

Kebingunan itu mungkin juga dialami sebagian besar orang Jakarta, terutama mereka yang hampir sebagian waktunya dihabiskan untuk urusan pekerjaan Sibuk, malas keluar kantor, dan tak mendapatkan pilihan menu makan yang sesuai, membuat orang kota sulit memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuhnya. Prinsip "asal kenyang" pun makin banyak penganutnya. Apakah itu termasuk Anda?

Diungkapkan Dr. Pauline Endang, konsultan Gizi Medis dari RS Fatmawati, Jakarta, usia produktif kisaran 20-30-an yang aktif di kantor memang agak kesulitan untuk mengatur gizi karena kegiatan mereka yang terlalu padat. Sebagai gambaran, mereka yang hidup di kota besar seperti Jakarta, rata-rata berangkat dari rumah pukul 06.00 dan pulang pukul 21.00.

Hidup mereka sebagian besar habis di kantor dan di jalan alias "tua di jalan". Kondisi seperti itu menyebabkan mereka kesulitan mengatur pola makan yang benar dengan gizi seimbang dan beragam. Akibatnya, ketika mereka harus makan, yang terjadi adalah pemenuhan gizi seadanya dan asal kenyang.

Dr. Endang menyatakan, dari pola makan yang tidak ideal itu akhirnya orang lebih banyak mengonsumsi jenis makanan yang tidak bermanfaat, seperti gorengan, makanan yang mengandung santan, atau jenis makanan yang kurang memenuhi syarat kebersihan. Pilihan seringkali mudah jatuh ke makanan siap saji maupun makanan yang tidak diolah dengan penambah rasa, pewarna pengawet, dan zat aditif lain yang jika dikonsumsi dalam waktu lama akan membahayakann kesehatan.

Diperkirakan, hampir 60 persen dari populasi pekerja kantoran di Jakarta menikmati makan siang atau makan kudapan dari jajanan di warung kaki lima. Memang warung kaki lima tidak semuanya jorok atau tidak mengindahkan kebersihan dan kesehatan. Namun, tentu lebih berisiko terkontaminasi berbagai kuman penyebab penyakit dibandingkan jika membawa bekal dari rumah.

Mesti selektif

Sebenarnya tidak susah untuk mendapatkan makanan sehat, bersih, murah, gizi seimbang dan beragam. Salah satu caranya, yakni membawa bekal makanan dari rumah. Makanan yang dibuat sendiri di rumah umumnya lebih berkualitas bahannya dan kebersihan saat mengolah juga lebih terjamin. Menunya pun bisa bervariasi dan lengkap, terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dari sayuran maupun buahbuahan. Dan yang jelas bisa sangat sesuai dengan selera.

Kalaupun cara itu sama sekali tidak bisa dilakukan, bukan berarti pemenuhan menu makan dengan gizi seimbang lantas boleh terabaikan. Menurut Dr. Endang, pemenuhan gizi tersebut masih bisa diusahakan, toh kita bisa bersikap selektif bila harus jajan di luar.

Contohnya, usahakan memilih tempat makan yang bersih, menu yang beragam berupa sayuran hijau dan lauk yang berprotein. Sesekali boleh saja memilih sayur berkuah santan, atau lauk yang digoreng, asalkan tidak sering. Pilihan minum, utamakan air putih atau jus buah tanpa gula.

"Perbanyak saja menu sayuran dan jangan lupa makan buah, bisa dalam bentuk buah segar maupun yang dijus," katanya.

Jika Terpaksa Jajan

Ada beberapa hal yang layak Anda perhatikan jika tidak mungkin membawa bekal dari rumah, sehingga harus jajan.

1. Lakukan survei kecil-kecilan terhadap warung atau restoran di sekitar tempat kerja Anda. Lewat cara ini Anda tahu tempat jajan yang bersih, makanannya sehat, dan lumayan lezat. Jika Anda tidak sempat keluar kantor, saat meminta bantuan OB (office boy), bisa menunjuk secara tepat warung mana yang harus dituju.

2. Jika tidak sempat melakukan survei, cobalah meminta rekomendasi teman.

3. Jika sudah mendapatkan tempat yang ideal, langkah berikutnya adalah memilih jenis menu. Meski selera kadang tak dapat ditahan, jika Anda terbiasa memilih dan selektif, rasanya tidak akan rugi.

4. Pilih jenis makanan yang banyak mengandung serat. Sebaliknya, hindari jenis lauk atau makanan yang digoreng karena biasanva menggunakan minyak yang telah berkali-kali dipakai dan bisa berubah menjadi lemak trans yang membahavakan kesehatan. Usaha ini setidaknya dapat meminimalisasi efek buruk makanan dan memberikan Anda asupan yang lebih ideal dan seimbang dari nilai gizi.

5. Percayalah, siapa pun, termasuk seorang profesional, harus mengonsumsi makanan yang jumlahnya mencukupi kebutuhan sehari-hari, sesuai kegiatan masing-masing. Artinya, bukan berarti harus makan sedikit atau sebaliknya asal kenyang.

6. Mulailah mempertimbangkan jenis makanan yang dikonsumsi. Kalau dikaitkan dengan tren penyakit sekarang, lauk pauk yang paling sehat adalah tempe, tahu, dan ikan. Usahakan tidak terlalu sering mengonsumsi lauk yang digoreng.

7. Dalam soal minum, usahakan mengganti teh manis dengan air putih. Hindari memilih minuman yang terlalu banyak es. Bukan karena dingin, melainkan karena es biasanya disertai gula atau sirop atau soda. Selain membuat perut terasa berat, kebiasaan menutup makan dengan minuman manis akan menambah kalori yang memicu kegemukan.

8. Pesanlah jus unnik melengkapi kebutuhan nutrisi Anda. Bila jus buah kombinasi lebih baik, yang lebih penting ialah, jangan menambahkan gula atau sirop pada jus yang Anda pesan.

9. Untuk menghindari rasa bosan, tidak ada salahnya memilih tempat baru. Tentu saja dengan tetap memperhatikan nilai kebersihan tempat serta gizi seimbang.

10. Usahakan mengganti menu makan yang Anda beli setiap hari, supaya Anda dapat memperoleh variasi nutrisi, baik jenis sayur, lauk, maupun buah-buahan yang dibeli. Tinggalkan kebiasaan makan monotoni alias tiap hari itu-itu melulu.

Nasi Padang vs Rantangan

Menu nasi padang adalah pilihan paling sering saat kita makan siang di kantor, sedangkan rantang mewakili bekal masakan rumah. Marl kita timbang kadar gizi keduanya.

Nasi:
Sama-sama nasi putih sebagai sumber karbohidrat. Bedanya, nasi dari rumah tidak "dicuci kelewat bersih" sampai menghilangkan zat gizi dari bekatul pada beras. Selain itu, kalau membawa bekal dari rumah, Anda juga bisa menggantinya dengan beras merah yang lebih berserat tinggi.

Kuah olahan:
Kuah pada masakan padang cenderung mengandung lemak dan kolesterol tinggi karena merupakan kuah dari masakan daging-dagingan. Sebaliknya, kuah dari masakan rantangan rumahan biasanya bening, yang merupakan kuah sayuran.

Sayur-sayuran:
Sayuran nasi padang umumnya hanya daun singkong rebus, kacang panjang, atau nangka muda. Bandingkan dengan sayur dari rumah yang lebih beragam, dari sayuran hijau, putih, kuning, kacang-kacangan, dan sebagainya. Anda bisa makan mulai dari rebusan bayam, wortel, sawi, buncis, kailan, sampai sayur lodeh, aneka tumis, sup, dan cah.

Lauk pauk:
Nasi padang menyajikan lauk serba daging dan bersantan kental. Menu rumah biasanya berupa tahu, tempe, ikan, telur, atau daging yang dimasak tanpa minyak dan santan.

Buah:
Buah di restoran padang biasanya hanya pisang atau jeruk. Jika Anda bawa bekal rantangan, buah bisa sangat beragam, tergantung isi kulkas di rumah, termasuk puding atau salad buah.

Minum:
Hampir tidak ada bedanya, kita bisa memilih air putih.

Bekal Sehat Berselera

Membawa bekal makan siang dari rumah tentu akan lebih sehat dan lebih murah. Namun, sebagian orang menganggapnya repot dan mudah mengundang rasa bosan.

Beberapa tip ini semoga dapat memotivasi Anda untuk membawa bekal yang sehat dan berselera.

• Supaya tidak membosankan, Anda dan pasangan bisa menyusun variasi makanan, misalnya untuk satu minggu atau bahkan satu bulan. Beragam buku tentang kuliner atau resep di internet bisa menjadi referensi. Rasa bosan itu manusiawi, jadi bukan dosa jika sesekali satu atau dua minggu sekali Anda absen membawa bekal dan jajan di kantin dekat kantor. Jangan lupa, pilih yang relatif paling bersih dan sehat.

• Pilih makanan yang Anda sukai sebagai bekal, tanpa melupakan nilai gizinya. Selain karbohidrat (nasi atau mi), lengkapi bekal Anda dengan sumber protein, lemak sehat, dan serat dari sayuran dan buah. Lauk yang direbus atau dikukus memang lebih sehat, tetapi sesekali membawa lauk yang digoreng tak masalah. Syaratnya, dalam satu kali makan, makanan yang digoreng sebaiknya hanya satu jenis.

• Bertukar lauk. Jika kebetulan teman sekantor ada yang membawa bekal, boleh juga saling bertukar sayur atau lauk. Makan bersama ini akan memberikan suasana berbeda, dan makan pun jadi lebih nikmat.

• Selain menu utama, tak ada salahnva membawa minuman dan camilan favorit. Saat sore hari terasa lapar, Anda tak tergoda untuk beli gorengan misalnya.

• Membawa botol minum juga penting, tak hanya bisa digunakan selama di kantor, tetapi juga berguna selama perjalanan rumah-kantor atau sebaliknya. Cara ini lebih sehat, mendorong Anda untuk memenuhi tubuh akan kebutuhan cairan, dan jelas lebih efisien.

• Untuk tempat makanan, pilih wadah dari plastik berkualitas baik atau stainless steel antikarat. Meski relatif lebih mahal, pilihan itu sebanding dengan jaminan kesehatan yang Anda akan dapatkan. Boleh juga membawa peralatan makan sendiri seperti sendok, garpu, piring, dan gelas yang bisa disimpan di laci meja kerja.

Meski terkesan eksklusif, langkah ini ada baiknya. Paling tidak Anda tidak perlu berebut dengan rekan sekantor, bila jumlah alat makan yang disediakan kantor terbatas.

Sumber: Senior


Seorang CEO sebuah perusahaan IT dari India berbicara dalam sebuah sesi dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO tersebut termasuk dalam 50 orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di Asia (dirilis oleh majalah Asiaweek).

Inti ceritanya: "CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH CINTA KEPADA PERUSAHAANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN PERUSAHAANMU BERHENTI MENCINTAIMU" Narayana Murthy.

Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara mendalam, berikut kutipan kata-katanya:

Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa diantaranya melakukan hal tersebut karena diburu-buru oleh deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan. Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur hanyalah bersifat sewaktu-waktu saja. Ada pula yang menjalani jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama bertahun-tahun: entah karena orang-orang ini merasa telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa juga disebut workaholic.

Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur, kondisi tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam rentang waktu yang lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi yang menjalaninya untuk membuat kesalahan. Rekan-rekan saya yang saya kenal sering bekerja lembur, sering membuat kesalahan karena faktor kelelahan. Membetulkan kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri, melainkan orang lain yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja bersamanya.

Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada perusahaan yang menetapkan waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah orang-orang yang secara pergaulan menyenangkan. Para karyawan dari perusahaan dengan tipe seperti ini sering mengeluh atau komplain mengenai orang lain (yang tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi mudah tersinggung, dan mudah marah. Orang-orang lain menjauhi mereka. Perilaku semacam ini secara organisasi tentunya merupakan masalah besar: hasil besar akan dicapai oleh sebuah organisasi apabila ada jalinan harmonis dalam kerja sama tim antar karyawannya, bukannya bekerja sendiri-sendiri dan saling menjauhi.

Sebagai seorang pimpinan, saya harus membantu orang lain untuk meninggalkan kantor tepat waktu. Langkah pertama dan terpenting adalah sayalah yang harus memberi contoh dan pulang ke rumah tepat waktu.
Saya bekerja dengan seorang manajer yang menyindir orang-orang yang bekerja lembur terlalu lama. Ajakannya menjadi kehilangan makna ketika orang-orang menerima emailnya dan melihat jam email tersebut dikirim ternyata jam 2 pagi.

Untuk mengajak orang melakukan suatu hal, langkah terpenting adalah memberi contoh dengan melakukannya sendiri. Langkah kedua adalah mengajak orang untuk menjalani hidup yang seimbang. Sebagai contoh, berikut ini adalah langkah-langkah yang

menurut saya cukup membantu:

1. Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik, lalu berangkat bekerja..

2. Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8 atau 9 jam sehari...

3. Pulanglah ke rumah

4. Baca buku atau komik, menonton film yang lucu, kumpul-kumpul dengan rekan-rekan.

5. Makan yang sehat dan tidur yang cukup Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating.. Mengerjakan langkah 1, 3, 4, dan 5 akan memungkinkan langkah 2 dilakukan secara efektif dan seimbang.

Bekerja secara normal dan mempertahankan hidup yang seimbang adalah konsep yang sederhana. Langkah-langkah tersebut mungkin akan sulit dilakukan oleh sebagian orang karena orang tersebut akan menganggap perlunya perubahan mendasar yang bersifat personal pada dirinya.

Sebenarnya langkah-langkah ini memungkinkan untuk dilakukan oleh setiap orang, karena kita memiliki kekuatan untuk memilih apa yang akan kita lakukan.

Suatu hari, seorang ahli "Manajemen Waktu" berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yang tidak akan

dengan mudah dilupakan para siswanya.
Dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yang bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekira selusin batu berukuran segenggam tangan, dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yang muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"

Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah."

Kemudian dia berkata, "Benarkah?" Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang- guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, "Apakah toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum", salah satu dari siswanya menjawab.
"Bagus!", jawabnya.
Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.

Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"

"Belum!" serentak para siswanya menjawab.
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"

Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.

Lalu si ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya "Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yang antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun
penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain
kedalamnya"

"Bukan", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa: Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yang pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam toples sama sekali.

Apakah batu-batu besar dalam hidupmu?
Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yang kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yang pertama atau kamu
tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan pasir) dalam waktumu maka kamu
hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya waktu berharga yang kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu besar)
dalam hidup."

"If you don't fall while chasing your dream, then
you are not chasing your dream hard enough."

ReviewReviewApr 28, '09 8:30 AM
for everyone
Category:Other
Angga Firmanza - detikhot

Diet ketat sering dijadikan senjata jitu dalam memerangi kegemukan.
Padahal menurut penelitian, olahraga adalah cara paling baik untuk mengurangi berat badan.

Menurut penelitian yang dilakukan Professor Jeffrey Woods dari Universitas Illinois, Amerika Serikat, seseorang dapat makan sebanyak mungkin tanpa takut gemuk jika mereka berolahraga secara teratur.

Penelitian yang detikhot kutip dari The Sun, Selasa (28/4/2009) menunjukkan bahwa hanya dengan 35 menit berjalan kaki dalam sehari, dapat menghindari orang gemuk dari penyakit jantung dan diabetes.
Berat badan pun terjaga karena kalori yang keluar cukup banyak.

Tak hanya itu, timbunan lemak pun bisa dihindari dengan berolahraga. Sehingga tubuh lebih sehat dan kuat. Para ahli juga mengingatkan bahwa 2 dari 3 orang telah membahayakan dirinya dengan memakan sedikit sayuran hijau dan minyak ikan.

Padahal serat dari sayuran dan protein dari minyak ikan sangat berguna bagi tubuh, namun tidak membuat berat badan bertambah.
(kee/kee)

Blog EntryApr 27, '09 8:22 PM
for everyone

Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa cakap Indonesia.

Bule: "Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir di bawah, Mercy S 320."

Dirjen : "Anda mau menyuap saya? Ini apa-apaan? Tender dah kelar kok. Jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah."

Bule: "Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat."

Dirjen: "Ah, jangan gitu dong. Saya gak sudi!!"

Bule (mikir ): "Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya..."

Dirjen: "Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!"

Bule menelpon kantor pusat.

Bule: "Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga Rp. 10.000,- saja."

Dirjen: "Bener ya? OK, saya mau. Jadi ini bukan suap. Pake kwitansi ya.."

Bule: "Tentu, Pak.."

Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. Dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.

Bule (sambil membuka dompet): "Oh, maaf Pak. Ini kembaliannya Rp.40.000,-. "

Dirjen: "Gak usah pakai kembalian segala. Tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya..."

Bule : @#$%^&**(

Sumber: CBN


Blog EntryApr 22, '09 2:51 AM
for everyone

Hot Topic Mon, 20 Apr 2009 16:00:00 WIB

Sejak internet ditemukan, kehidupan berubah. Sistem komunikasi hingga hubungan sosial ikut bergeser. Bila dulu komunikasi tatap muka (face to face), kini orang bergaul melalui jejaring dunia maya. Terakhir melalui Facebook (FB), yang menawarkan pertemanan gaya baru. Betulkah FB juga berisiko terhadap kesehatan?

Jika Anda mencermati lingkungan sekitar akhir-akhir ini, tak sulit menemukan orang yang terlihat asyik sendiri di tengah keramaian. Kita bisa menemukan kenyataan yang ironis, orang yang merasa paling "gaul", sebenarnya justru asosial.

Itulah fenomena sosial yang kini hadir di sekitar kita. Mungkin sebagian dari kita pun mengalaminya. Tidak hanya di tempat umum, di rumah, sekolah, di kantor, warnet, restoran, kafe, bandara, bahkan di rumah sakit, orang-orang asyik melototi layar komputer atau alat komunikasi portable lainnya untuk mengakses Facebook (FB).

"Saya pikir, orang-orang itu luar biasa sibuknya, sampai harus memanfaatkan waktu dimana-mana untuk bekerja. Lalu, kenapa ibu-ibu rumah tangga juga sibuk bekerja di laptop, ya? Eh, ternyata mereka asyik ber-facebook-ria," ujar Theodora (49 tahun).

Ya, sejak resmi ditemukan dan diluncurkan oleh remaja bernama Mark Zuckerberg tahun 2004 lalu, FB terus menebar "virus" jejaring sosial virtual di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Akhirnya jutaan orang merasa menemukan bentuk sosialisasi baru yang terkesan nyata.

Kehangatan di dunia maya

Pertama kali menggauli jejaring virtual ini, Mutia "bertemu" kawan lama yang nyaris tak dikenalinya. Itulah yang membuat dia begitu takjub akan keajaiban FB. Tak sadar, malam itu dia baru meninggalkan ruang kerjanya saat lampu kantor dipadamkan.

FB menurut Mutia, menghubungkan dirinya dengan sejumlah orang yang tak dapat dijumpainya di dunia nyata.

"Teman-teman sekolah yang tak tahu di mana rimbanya, bisa saya temui kembali di sini. Tidak hanya teman sekolah, saya juga bisa berkawan dengan orang-orang yang sosoknya terasa jauh di alam nyata. Ada artis, politisi, budayawan, sejumlah orang beken," katanya penuh semangat.

Itulah keajaiban FB yang mampu menetralkan jarak, waktu, serta batas sosial. Bisa jadi inilah pertanda bahwa zaman baru telah tiba. Zaman yang merevolusi cara orang dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Komunikasi terjalin sedemikian intens dalam kesunyian, tanpa suara dan interaksi empat mata, apalagi sentuhan tangan yang hangat.

"Keriuhan" komunikasi bagi jutaan orang di dunia ini berlangsung dalam aneka simbol. Kalaupun ada keriuhan, itu terjadi hanya dalam benak mereka yang termangu di depan komputer.

Heru Margianto, penulis sekaligus pengamat new media, dalam tulisannya, I Love Facebook, Epidemi Skizofrenia, menyebutkan bahwa realitas baru ini terepresentasikan sedemikian utuh, meski hanya berupa simbol, mulai dari sekedar mengirim secangkir kopi hingga memeluk dan mencium mesra.

Meski hanya berupa kode, interaktivitas ini mampu membuat enzim kimiawi pembawa emosi didalam tubuh bergejolak. Di dunia maya itu terbit rasa senang, sedih, bahagia, cemburu, kesal, dan semuanya. Realitas maya itu telah jauh melebihi realitas itu sendiri.

Seperti dikisahkan Mutia. Realitasnya tidak tahu dimana temannya berada, tetapi di dunia serat optik ia bertemu dengannya. Ia tidak lagi perlu tahu temannya yang di seberang sana, alamatnya di mana.

Namun, ketidaktahuan teritorial geografis di alam nyata bukan hambatan untuk berkomunikasi. Lucunya, semua orang percaya saja bahwa teman-teman di FB adalah benar teman yang kita kenal di dunia nyata.

Timbulkan penyakit?

Benar-benar zaman yang mengagumkan. Dunia maya melebur dan menjadi realitas baru. Tak heran, makin lama makin sulit membedakan mana yang nyata dan tidak. Padahal, dalam ilmu psikologi, ketidakmampuan membedakan mana yang nyata dan tidak nyata adalah gejala penyakit neurotik skizofrenia.

Menjadi sebuah diskusi lumayan seru apakah "penyakit ini" sungguh tengah meluas menjangkiti banyak orang di seluruh dunia, atau semua itu normal saja? Betulkah telah terjadi epidemi skizofrenia? Jika betul epidemi, tentu bisa dianggap sebagai sesuatu yang biasa, sehingga tak lagi dikategorikan sebagai penyakit.

Ada pula pakar yang mulai mengaitkan fenomena FB dengan risiko kesehatan. Laporan The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti FB bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasi diri.

Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respon kekebalan, level hormon, fungsi nadi, dan merusak performa mental. Kecanduan FB juga dikhawatirkan memicu penyakit berbahaya seperti kanker karena jejaring maya ini berisiko menurunkan level kontak fisik.

Sungguh kenyataan yang tidak kita inginkan, bahkan termasuk oleh Mark Zuckerberg, sang penemu. Sejatinya teknologi jejaring pertemanan FB itu bersifat netral, seperti sifat teknologi yang lain. Untuk itu, sudah seharusnya penikmat jasa FB menggunakannya secara wajar, tanpa terjebak dalam pergaulan maya.

Sudah 123 Juta Orang Terhubung FB

Dari keseluruhan situs di dunia, Facebook (FB) menempati peringkat kelima yang paling sering diakses setelah Yahoo, Google, YouTube, dan Windows Live. Data ComScore, Mei 2008, menyebutkan bahwa situs ini telah digunakan oleh 123,9 juta orang dari seluruh jagad ini. Saat diluncurkan 4 Februari 2004, mulanya keanggotaan FB hanya untuk siswa Harvard College, AS.

Di Indonesia, meski masih kalah populer dari Friendster, sepertinya fenomena FB akan berlangsung lama.

Jadilah Facebooker Cerdas

Situs jejaring sosial seperti Facebook (FB) seharusnya dapat menjadi bumbu kehidupan sosial kita. Sayang, ada kalanya orang jadi salah arah, antara lain karena kelewat banyak meninggalkan tugas demi menggauli dunia maya.

Berikut beberapa tip menjadi Facebooker cerdas:

• Pastikan tujuan anda bergabung dengan FB
Hal ini penting agar Anda sadar bahwa FB merupakan fasilitas untuk mencari atau memperluas jalinan sosialisasi di dunia maya. Tujuan ini juga penting agar Anda tidak terlena bermain di FB. Jangan sampai pekerjaan terabaikan dan lupa bergaul dengan orang-orang sekitar di dunia nyata alias menjadi asosial.

• Selektif memilih teman
Sama seperti di dunia nyata, pilihlah teman yang memberikan manfaat sosial maupun berguna bagi jaringan Anda secara nyata, misalnya teman sewaktu kecil, sekolah, dan teman bisnis. Bisa juga orang yang sulit Anda temui dalam dunia nyata karena alasan tertentu seperti jarak, wilayah, dan waktu.

• Jangan jadikan FB sebagai identitas
Ingatkan diri Anda bahwa FB hanya fasilitas, bukan sebaliknya sebagai indentitas yang membuat Anda menjadi kecanduan. Selama ini ada kecenderungan, sebagian orang merasa "pede" ketika bergaul di FB, tetapi di dunia nyata justru sebaliknya. Jika Anda sudah termasuk golongan ini sebaiknya Anda berkonsultasi ke psikiater, bukan lari ke FB.

• Hindari umbar data diri
Berikan indentitas diri seperlunya saja karena tidak ada kewajiban untuk memberikan data secara lengkap dan detail (foto, gambar, video, dan lainnya). Jika Anda ingin memberikan data pribadi ke orang lain sebaiknya tidak melalui FB, tetapi melalui jalur pribadi (japri) seperti e-mail atau telepon langsung. Hal ini penting untuk menghindari data Anda digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

• Bijaksanalah saat mau curhat atau buka rahasia
Hampir sama dengan poin sebelumnya, jika Anda ingin curhat dan sejenisnya, lebih baik tidak melakukannya di FB. Gunakan saja e-mail, telepon, atau lakukan saat sedang makan siang bersama teman misalnya. Contohnya, Anda curhat tentang perusahaan tempat Anda bekerja. Padahal, di antara teman jejaring itu ada klien Anda. Bayangkan penilaian klien tentang kualitas pribadi Anda!

• Jangan menggantikan pergaulan nyata
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun sosialisasi dan pertemanan. Jangan sampai Anda merasa "gaul" di FB, tetapi kesepian di pergaulan dunia nyata. Pada dasarnya sosialisasi dan pertemanan nyata akan lebih berharga, terutama karena memberikan efek psikologis yang menyehatkan bagi jiwa dan raga.

Lebih baik memiliki sahabat secukupnya dan ada di sekitar kita, daripada berjuta sahabat tetapi entah di mana mereka berada saat Anda butuh pendamping untuk ke dokter misalnya.

• Hindari memasang FB terlalu lama di layar monitor
Perkembangan teknologi terus berubah, sehingga di mana pun kita bisa bermain FB. Baik melalui layar komputer maupun perangkat komunikasi yang relatif lebih mudah di bawa ke manapun seperti Blackberry, membuat siapa pun mudah mengakses FB.

Karena itu, jangan tergoda untuk memasang FB di layar monitor telalu lama saat Anda membuka Internet. Cukuplah sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out. Jika ritual itu dirasa cukup, tampaknya Anda tak perlu khawatir bakal terkena gejala asosial, skizofrenia, kemungkinan kanker, stroke, bahkan menderita pikun.

Enak, 'kan?

Inilah Ancaman FB

• Mengisolasi diri berlebihan
Laporan The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti FB atau MySpace juga bisa memicu orang untuk mengisolasi diri. Isolasi mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental.

Suatu hubungan menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri pertemuan sosial, menarik diri dari keluarga, dan lebih memilih menatap komputer atau ponsel. Ketika harus berinteraksi, mereka gelisah karena "terpisah" dari komputernya.

• Risiko stroke dan kanker meningkat
Terlalu asyik dengan dirinya maupun pergaulan maya dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan kepikunan, demikian menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Pertemuan secara face to face memiliki pengaruh pada tubuh, yang tak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oksitosin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respon terhadap stres, beraksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.

Media elektronik juga menghancurkan kemampuan anak-anak hingga orang dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. Penduduk Inggris sudah sampai mengurangi interaksi dengan sesama sehari-harinya.

• Risiko kerusakan fisik
Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari dapat memicu cedera. Sakit punggung umum terjadi pada orang yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer.

• Menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko obesitas
Jika di malam hari Anda masih sibuk mengomentari status teman, Anda juga bisa kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga, sehingga kondisi fisik melemah, bahkan bisa mengalami obesitas.

• Sifat narsis merugikan
Ilmuwan di University of Georgia menyebarkan tes kepribadian terhadap 130 pengguna FB dan menganalisis profil mereka. Para peneliti menemukan jumlah pesan dan postingan sangat berkorelasi dengan seberapa narsisnya mereka. Kata pimpinan studi, Laura Buffardi, Ph.D, orang yang narsis di FB bisa ditandai dengan tampilan glamor pada foto diri utama mereka.

Narsisme menghalangi kemampuan seseorang untuk menjalin hubungan pertemanan yang sehat dan hubungan jangka panjang. Narsisme juga berisiko munculnya ekshibisionisme atau kecenderungan mempertontonkan diri yang memunculkan pornoaksi/pornografi.

• Memicu gejala skizofrenia
Terlalu asyik dengan pergaulan virtual, orang menjadi kesulitan membedakan dunia nyata dan maya. Inilah yang dikhawatirkan memicu gejala skizofrenia.

Zuckerberg Si Pembuat Sejarah

Lebih dari seratus juta warga dunia kini keranjingan situs jaringan sosial di dunia maya, Facebook.com. Tak berlebihan jika FB disebut sebagai bagian penting sejarah dunia dan suvenir dari abad 21. Mengapa FB melejit?

Pakar teknologi informasi dari Emerson College, Boston, Dr. Linda M. Gallan mengatakan, "Situs Internet umumnya menyajikan informasi dan para penjelajahnya hanya menerima apa adanya. Sekarang para penjelajah ingin berpartisipasi sebagai pengisi situs. FB memenuhi hasrat itu." FB juga menyediakan hal-hal yang lebih riil, seperti menawarkan orang yang kira-kira Anda kenal untuk jadi teman.

Adalah Mark Elliot Zuckerberg, lahir pada 14 Mei 1984 di Dobbs Ferry, Westchester County, New York, AS, yang menggagas jejaring pertemanan virtual ini. Lajang yang perancang teknologi informasi dan berjiwa wiraswasta ini dijuluki "salah satu orang yang paling berpengaruh tahun 2008" versi majalah Time, Pada Forum Ekonomi Davos 2009, Zuckerberg digolongkan pemimpin muda dunia karena prestasi dan komitmennya terhadap masyarakat dan berpotensi dalam membentuk tata dunia baru.

Bersama Dustin Moskovitz dan Chris Hughes, ia merancang FB saat belajar di Harvard University tahun 2004. Tahun 2006, ia mencengangkan dunia karena menampik tawaran Yahoo untuk membeli FB 1 miliar dolar AS (Rp 12 triliun). Kini nilai FB ditaksir 15 miliar dolar AS.

Pemuda yang lahir dari keluarga dokter kaya ini memiliki 20 persen saham di FB. Majalah Forbes menyebutnya sebagai miliuner "self made" termuda di planet ini.

Sumber: Senior


   
dadandany wrote on May 10, '10
salam kenal, biasa kumpul dimana di jatiasihnya? boleh join? saya di jatisari.
Dadan
lie2brownies wrote on May 26, '09
tok tok tok ...
situz wrote on May 19, '09
abangnda.. salam kenal ya... udah lama mau mampir.. tp blm sempet silaturahmi..hehehe... blog yang asyik nih.. byk wawasan yg bisa dipelajari... makasih udah dikasih mampir... selamat berpetualang lg bang...!
eppysumadji wrote on May 19, '09
Salam kenal mas.. seru blognya :-)
sama2 ..senang sekali dapat berkenalan dng anda.
lie2brownies wrote on May 19, '09
salam kenal... ^_^
gusfeb99 wrote on Apr 26, '09
Salam kenal mas.. seru blognya :-)
eppysumadji wrote on Apr 20, '09
menuk29 said
Aku udah jadi temannya om eppy lho.....
he,he,he...lupa... maaf ye.
menuk29 wrote on Apr 19, '09
Aku udah jadi temannya om eppy lho.....
eppysumadji wrote on Apr 19, '09
menuk29 said
Numpang baca artikel kesehatan om,jangan diusir ya?
Makasih sudah mampir.... sekalian aja di ADD ya...
menuk29 wrote on Apr 18, '09
Numpang baca artikel kesehatan om,jangan diusir ya?
eppysumadji wrote on Feb 5, '09
salam kenal kang Eppy :)
katampi nuhun...
eppysumadji wrote on Feb 5, '09
salam kenal kang.........eppy.........sucses sll
Makasih... dapat kenalan baru sama2 hobby motret..he,he,he.
eppysumadji wrote on Feb 5, '09
Salam kenal Pak, saya baru mulai di sepeda, kebetulan tinggal di Jati asih, mohon pencerahan mengenai jalur-jalur dan meeting point yang ada di kawasan jati asih.......,terima kasih sebelumnya, sy dapat site Pak eppy dari Multiply Roger Bagen.....
Salam kembali... kapan2 kita bisa goes bareng di JJ atau tempat lain....
eppysumadji wrote on Feb 5, '09
salam kenal Om.......
Senang sekali dapat kenalan baru .... Thx's salam kembali.
dedenlesmana wrote on Feb 5, '09
salam kenal Om.......
andrilatif wrote on Jan 20, '09
Salam kenal Pak, saya baru mulai di sepeda, kebetulan tinggal di Jati asih, mohon pencerahan mengenai jalur-jalur dan meeting point yang ada di kawasan jati asih.......,terima kasih sebelumnya, sy dapat site Pak eppy dari Multiply Roger Bagen.....
akbarrmj wrote on Jan 9, '09
salam kenal kang.........eppy.........sucses sll
muthzbey wrote on Dec 27, '08
kang..apa kabar...di tunggu ya info kesehatannya lagi ;)
eppysumadji wrote on Dec 24, '08
salam kenal kang Eppy :)
Nuhun ... katampi ..he,he,he.
abahsaidan wrote on Dec 24, '08
salam kenal kang Eppy :)
menuk29 wrote on Dec 23, '08
...numpang promo ya om? Apa khabar?
eppysumadji wrote on Dec 19, '08
mang Epy, apa kabar? kapan kita gowes dipinggir jalan tol lagi...
Kita ke Pasirangin aja ..ajak koekoepaoe ....
eppysumadji wrote on Dec 19, '08
salam kenal om :)
Senag sekali dapat ketemu anda, Terima kasih.
eppysumadji wrote on Dec 19, '08
Opa kumaha sehat, moga sehat2 selalu yach. kpn nih ajak kita newbie ke pasir angin lagi nyobain pepes hj itoh hehehe ;))
Tahun baru bagaimana?. Boleh juga tuh...nyerbu pepesan di Pasirangin...
herumedia wrote on Dec 17, '08
ada review nih ceritanya tentang produk mp3 player untuk sport ...
monggo kelik :

http://herumedia.multiply.com/photos/album/37/Review_Xpert_XMH02_sport_mp3_player

salamaniselalu,
ombule
koekoepoekoe wrote on Dec 16, '08
Opa kumaha sehat, moga sehat2 selalu yach. kpn nih ajak kita newbie ke pasir angin lagi nyobain pepes hj itoh hehehe ;))
mozamahdi wrote on Dec 14, '08
salam kenal om :)
nayato wrote on Dec 13, '08
hallo, salam kenal .
paapatong wrote on Dec 12, '08
mang Epy, apa kabar? kapan kita gowes dipinggir jalan tol lagi...
Pages:1234567